Salah satu varian
tanaman kopi yang belum banyak dikenal
masyarakat Indonesia adalah Kopi Liberika. Sebagai salah satu negara produsen
kopi di dunia, Indonesia memang terkenal dengan jenis kopi Robusta dan Arabika.
Kopi Robusta, yang mendominasi pasar kopi lokal sekitar 70% banyak dipakai oleh
industri-industri kopi instan. Sementara kopi Arabika, dianggap sebagai kopi
mewah dan lebih banyak dihidangkan di cafe atau restoran.
Bagaimana dengan kopi Liberika? Potensi Kopi
Liberika
Padahal, jika mau
dikenalkan lebih luas, pangsa pasar kopi Liberika termasuk sangat potensial.
Malaysia adalah salah satu pengkonsumsi kopi jenis liberika terbesar di dunia.
Kebun kopi jenis Liberika di Malaysia mencapai 80% dari total area perkebunan
kopi yang ada disana. Pusat perkebunan kopi Liberika di Malaysia ada di daerah
Selangor, Melaka, Johor, dan Sabah.
Tak jarang, untuk
memenuhi kebutuhan kopi Liberika, Malaysia mengimpor kopi Liberika dari Indonesia,
terutama dari perkebunan kopi di Jambi. Selain Malaysia, Filipina juga termasuk
pengkonsumsi kopi Liberika dengan luas perkebunan mencapai 25% dari total kebun
kopi disana. Masyarakat lokal Filipina menyebutnya sebagai Kapeng Barako
(Barako Coffee), dengan sentra perkebunan terdapat di provinsi Batangas dan
Cavite.
Asal dan Varian Kopi Liberika
Kopi Liberika adalah
tanaman kopi endemik dari Afrika, tepatnya berasal dari Liberia. Awalnya,
tanaman kopi ini digolongkan dalam kelompok kopi Robusta dengan nama
ilmiah Coffea canefora var.Liberica. Tetapi pengelompokan paling
baru dari para ilmuwan menyatakannya sebagai spesies sendiri dengan nama Coffea
liberica.
Hal ini karena secara morfologi serta sifat-sifat yang
lain tidak sama dengan kopi robusta. Kopi ini dibawa ke Indonesia pada abad
ke-19 saat banyak tanaman kopi arabika saat itu terserang penyakit. Daerah yang
banyak ditanami jenis kopi Liberika adalah Bengkulu dan Jambi.
Salah satu varian kopi Liberika yang terkenal adalah
kopi Excelsa (Coffea liberica var.Dewefrei). Buahnya lebih kecil dari
kopi Liberika biasa dan berkulit lebih tipis serta pupus daun lebih berwarna
merah.
Rasa
kopi Liberika
Buku The
World Atlas of Coffee karangan James Hoffmann mengulas sedikitnya terdapat 120
jenis tanaman kopi yang sudah teridentifikasi. Namun di jalur komersial, hanya
ada tiga jenis kopi menonjol yakni Arabika (Coffea arabica), Robusta (Coffea
caniphora), Liberika (Coffea liberica), serta turunan Liberika yang punya biji
lebih kecil berjenis Excelsa (Coffea excelsa or Coffea liberica var. dewevrei).
Lalu bagaimana soal rasa kopi liberika ?
“Rasa Arabika lebih fruity”. Kalau istilah
lokalnya saya definisikan ada asamnya, tapi juga ada manisnya sedikit kayak
buah-buahan. Aromanya juga lebih terasa [wanginya disertai buah-buahan, bunga,
atau kacang-kacangan] daripada jenis lainnya.
Jenis-jenis kopi Arabika populer di
Indonesia adalah kopi Gayo, Toraja, Wamena. Ada juga beberapa varian kopi Bali,
Flores, serta belakangan bermunculan Arabika dari dataran tinggi Pulau Jawa
seperti di Jawa Barat dan di Banyuwangi.
Sedangkan kopi Robusta, bisa ditanam di
ketinggian di bawah 800 mdpl dan tahan serangan hama. Kandungan kafeinnya
nyaris dua kali lipat kopi Arabika dan cita rasanya lebih pahit. Beberapa
daerah yang terkenal dengan kopi Robustanya di Indonesia antara lain Lampung,
juga beberapa wilayah penghasil kopi di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.
“Karakteristik rasanya yang menonjol itu chocolaty.
Sementara itu, Liberika disebut memiliki cita rasa yang lebih
seimbang antara pahit dan manisnya. Berbeda dari teori yang menyebut menyesap
secangkir espresso atau kopi tubruk paling pas dengan Arabika, sedangkan
menyeruput segelas es kopi susu paling pas dengan Robusta, saya kembalikan
pilihan kepada penikmat kopi.
Karena perbedaan proses mulai pascapanen,
pemanggangan, sampai penyeduhan bisa menghasilkan varian rasa berlainan.
“Rasa itu sangat individual. Kopi enak itu kontribusinya 50%
dari petani, 20% dari proses pascapanen, 20% dari roaster, dan 10% dari
barista. Semua balik lagi pada selera,”
APAKAH
KOPI LIBERIKA AMAN DI LAMBUNG ?
Minum
kopi kok sakit perut, apakah benar kopi adalah penyebab utama sakit lambung ?
Pernyataan tersebut tidak sepenuhnya benar karena
banyak factor mengenai asam lambung. Jika anda meminum kopi sachet hal itu
sudah tidak perlu di bicarakan lagi, karena untuk para penderita penyakit
lambung jangan minum kopi sachet.
Untuk
para penderita penyakit mag apakah tetap aman minum kopi ?
Minumlah kopi saat perut dalam keadaan sudah terisi
jangan sampai dalam keadaan perut kosong karena kopi dapat meningkatkan minera
lambung lebih cepat
Minumlah kopi murni jangan kopi campuran karena hal
itu dapat memicu asam lambung naik, kalua bisa minum kopi gak pake gula ya’’
Nah untuk penderita
penyakit lambung apakah aman minum kopi Liberika ?
“Minuman
kopi yang rendah kafein”
Sudah
umum jika kopi Liberika memiliki kandungan kafein yang lebih rendah
dibandingkan kopi Arabica. Kadar acidity pada varietas Liberika juga berada
setengahnya di bawah Arabica. Perlu diingat bahwa kadar tidak sama dengan rasa.
Karena kandungan kafein dan aciditynya yang lebih rendah ini, maka Liberika
masih aman dikonsumsi oleh para penderita maag.
Selain itu,
kandungan kafein juga bisa berbeda-beda menurut jenis kopi yang dipanggang atau
disangrai. Semakin lama kopi dipanggang, semakin hitam warnanya, maka semakin
tinggi kafeinnya.
Apakah masih
tidak yakin dengan kopi Liberika ?
Kami berikan testimonya pelanggan kami yang sudah merasakan
nikmatnya minum kopi liberika.
TESTIMONI

0 Comments
Posting Komentar